Kuinjak batang kayu yang begitu tua
Rapuh seratnya kan patah juga
Jikalau Batang mampu menjerit, maka hatiku juga
Jikalau hatiku menjerit, maka air mata kan menetes
Ku hanya berusaha tuk peduli
Peduli kepada apa yang terjadi
Walau raga masuk, kan berbeda dengan hati
Sakit memang jika tertinggal
Ku hanya berusaha menyatakan
Karena Cinta adalah hal yang nyata
Bukan karangan, bukan candaan
Tapi satu tujuan
Ternyata memang engkau telah menjauhiku
Menutup hatimu untukku bersinggah
Sakit memang jika tertinggal
Sampai puncak hatiku kan patah
Rapuh seratnya kan patah juga
Jikalau Batang mampu menjerit, maka hatiku juga
Jikalau hatiku menjerit, maka air mata kan menetes
Ku hanya berusaha tuk peduli
Peduli kepada apa yang terjadi
Walau raga masuk, kan berbeda dengan hati
Sakit memang jika tertinggal
Ku hanya berusaha menyatakan
Karena Cinta adalah hal yang nyata
Bukan karangan, bukan candaan
Tapi satu tujuan
Ternyata memang engkau telah menjauhiku
Menutup hatimu untukku bersinggah
Sakit memang jika tertinggal
Sampai puncak hatiku kan patah
-Al Aristoteles-
0 komentar:
Posting Komentar