Puisi 9

Sinar Pemisah Diri

Hawa-hawa datang setahun sekali
Senyum lancip di pinggir bibir
Warna merah muda tertera aslinya
Melengkapi kesempurnaan eloknya wajah


Mata itu kembali berkedip
Membasahi agar tetap segar
Tak perlu kau lakukan
Matamu t'lah pancarkan sinar

Itu menyenangkan, tapi tidakku
Sekarang sudah masa akhir
Tak ada kesempatan bagiku
Untuk memuji hal adanya

Di akhir massa persatuan
Aku ingin menyatakan
Bukan nyata di kata-kata
Tapi mimpi yang kan menjadi nyata

Ku cinta, ku sayang
Jangan kau pergi sayang
Kaitan rasa selalu menarik diri
tuk terus menghampiri.

Untuk Nurnya Aini Dewi
Cintamu

"Al Aristoteles"

1 komentar:

tahir | 21 Desember 2016 pukul 08.41

izin share mas ali

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Pembebasan Hak Cipta

Diperbolehkan menyalin karya sastra Al Aristoteles, jika untuk disalin di web ataupun blog anda, mohon menuliskan alamat sumber. Jika untuk pengerjaan tugas dan lain-lain, mohon komentari karya itu.

Sponsors

MAHAKARYA ALI AKBAR © 2008. Blog design by Randomness